Selasa, 21 Februari 2012

Menentukan Rentang Skala Likert

Sebetulnya, skala likert sudah pernah dibahas, tetapi kali ini saya coba bahas dari sisi lain dan mungkin dengan bahasa yang lebih sederhana. Beberapa hari terakhir, saya bergelut dengan skala likert. Semakin membaca beberapa metoda dan jurnal mengenai skala likert, semakin saya bertanya-tanya, bagaimanakah saya menentukan rentang skala likert yang sesuai dengan penelitian yang saya lakukan? Dari beberapa jurnal yang saya baca, kemudian saya dapat simpulkan sebagai berikut.

Pada dasarnya skala likert hanyalah sebuah alat. Diibaratkan seperti sebuah penggaris. Ketika kita ingin mengukur panjang sebuah meja kecil kita bisa menggunakan penggaris biasa, tetapi ketika kita ingin mengukur panjang jalanan, maka kita harus menggunakan meteran yang lebih panjang.

Untuk itu, pertama-tama kenali penelitian yang kita lakukan. Apakah penelitian tersebut mengukur preference atau mengukur kinerja? Seberapa detailkan pengukuran yang kita inginkan. Satu hal yang perlu diperhatikan, rentang skala likert harus memiliki nilai yang tepat kebalikan dengan nilai yang lain. Lebih mudahnya perhatikan contoh penelitian berikut:

1. Setuju vs Tidak Setuju
Ingin diketahui apakah masyarakat setuju akan suatu pernyataan. Contoh peryataannya adalah 'Pelebaran sungai diperlukan untuk mengatasi banjir'. Maka akan muncul kemunginkan pilihan sebagai berikut

a-  sangat tidak setuju     agak tidak setuju    agak setuju    sangat setuju
b- sangat tidak setuju     tidak setuju     ragu2        setuju        sangat setuju
c- sangat tdk setuju    tdk setuju     agak tdk setuju      agak setuju    setuju    sangat setuju

Dan seterusnya, kita bisa membuatnya menjadi 4, 5, 6, atau bahkan 7 pilihan. Tetapi mana yang terbaik? Yang terbaik adalah yang memiliki rentang paling banyak. Dengan kondisi setiap arti dari skala tersebut memiliki arti yang saling bertolak belakang dengan skala yang lain. Misalnya setuju vs tidak setuju, sangat tidak setuju vs sangat setuju, dst. Mengapa? Hal ini menghindari pilihan netral (ragu-ragu), kecuali jika anda ingin mengetahui apakah ada pihak netral. Misalkan untuk peryataan seperti berikut 'Pak Abdul layak menjadi Presiden 2014'.

2. Bagus vs Tidak Bagus
Ingin diketahui penilaian masyarakat tetang sebuah pernyataan atau kondisi. Misalkan mengenai pelayanan imigrasi. Contoh pernyataannya adalah 'Bagaimanakah pelayanan kantor imigrasi menurut anda?' Dengan demikian sudah tentu kita tidak menginginkan pilihan ragu-ragu atau netral atau nilai yang tidak memiliki pembanding, artinya sebaiknya kita menggunakan rentang skala berjumlah genap. Bisa 4, 6, atau 10 pilihan. Namun untuk penilaian semacam ini, yang lazim dikenal di masyarakat adalah nilai 1 sampai 10. Kesimpulannya untuk jenis skala semacam ini, sebaiknya gunakan rentang skala 10.

tidak bagus - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 -bagus

3. Jangan keliru dengan frekuensi
Terkadang kita menggunakan skala frekuensi sebagai skala likert. Seperti pada pertanyaan berikut, 'Berapa sering anda ke perpustakaan?'

- tidak pernah,         Jarang,         kadang-kadang,        sering,        sangat sering

Jadi intinya, penentuan rentang skala likert adalah tergantung dari penelitian yang kita lakukan. Tidak ada dasar atau harga mati mengenai aturan penentuan rentang tersebut. Dalam praktiknya memang yang paling baik adalah rentang terbesar dan dengan jumlah genap. Dengan rentang yang besar, kita dapat melihat sebaran atau variasi dari jawaban responden. Namun kekurangannya adalah survey yang dilakukan agak sedikit lebih sulit, karena mengharuskan responden berpikir lebih keras dalam memilih pada rentang skala likert yang besar. Tetapi kembali lagi dari penelitian itu sendiri, seberapa pentingkah detail yang diinginkan dan bagaimana hasil yang ingin dicapai dari penelitian tersebut. Semoga tulisan ini membantu yah ;)

Disarikan dari:
Hall, Shane. 2010. “How to Use the Likert Scale in Statistical Analysis.”
Markusic, Mayflor. 2009. “Simplifying the Likert Scale.”
Trochim, William M.K. 2006. “Likert Scaling.” Research Methods Knowledge Based

5 komentar:

Menurut anda, skala likert itu data apa sih? nominal, ordinal atau interval?

Menurut saya tergantung dari penggunaannya. Jika dianggap sebagai pemberian nilai, misalkan diminta menilai sebuah pernyataan dengan nilai 1-10, maka nilai tersebut bisa dianggap interval. Tetapi jika dianggap sebagai tingkat preferensi yang berjenjang maka sebaiknya dilakukan analisis dengan mengaggap data nya ordinal.

:D

lalu untuk no 3, seharusnya menggunakan skala apa? atau bagaimana?

apakah skala likert bisa menggunakan angka genap? Setahu saya, interval antar nilai harus setara atau sama. nah kalau misalnya genap kan interval antar nilainya tidak sama. Kalau bisa, buku / penelitian mana yang mendukung / memperbolehkan skala likert dengan interval genap? Terima kasih

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Poskan Komentar